Berita



Home / Aku tahu / Journalis Remaja
30 Negara Udah Join dance4life, Kamu Kapan?

Senin,00 Oktober 0000 oleh Syofara Mukti Wijayanto



Pada 2012, UNAIDS melaporkan 35.3 juta orang terinfeksi HIV dan AIDS di seluruh dunia. Setiap hari di seluruh dunia terdapat 6.300 kasus baru HIV dan sebanyak 2,3 juta kasus HIV baru yang dilaporkan setiap tahunnya terdapat 39% terjadi pada remaja antara 15-24 tahun. Terdapat sedikitnya 400.939 kasus kekerasan terhadap perempuan sejak tahun 2000 (Komnas Perempuan, 2013) dan dari 2,4 juta pengguguran kandungan pada tahun 2012, sebanyak sepertiga dari angka tersebut adalah remaja (BKKBN).
Sampai dengan Desember 2013, di Indonesia (Data Kemenkes triwulan 4, 2014) terdapat: Jumlah kumulatif infeksi HIV yang dilaporkan sebanyak 127.427
• Jumlah kumulatif AIDS dari tahun 1987 s/d Desember 2013 sebanyak 52.348 orang.
• Persentase kumulatif kasus AIDS tertinggi pada kelompok umur 20-29 tahun (34,2%), diikuti umur 30-39 tahun (29%), 40-49 tahun (10,8%), 15-19 (3,3%), dan 50-59 tahun (3,3%).
• Faktor risiko penularan terbanyak melalui heteroseksual (62.5%), penasun (16.1%), melalui perinatal (2,7%), homoseksual (2,4%). Jumlah infeksi HIV tertinggi yaitu di DKI Jakarta (28.790), diikuti Jawa Timur (16.253, Papua (14.087), Jawa Barat (10.198) dan Bali (8.059).
• Jumlah AIDS terbanyak dari Papua (10.116), Jawa Timur (8.725), DKI Jakarta (7.477), Jawa Barat (4.131), Bali (3.985), Jawa Tengah (3.339), Sulawesi Selatan (1.703), Kalimantan Barat (1.699), Sumatera Utara (1.301) dan Banten (1.042).

Dance4life adalah gerakan global remaja (usia 13-19 tahun) yang dilakukan di 30 negara di dunia termasuk di Indonesia. dance4life bertujuan untuk meningkatkan kesadaran remaja tentang HIV dan AIDS, kehamilan tidak diinginkan, dan kekerasan seksual untuk mengajak mereka berperan aktif menjadi “agen perubahan” dalam penanggulangan ketiga isu ini dance4life internasional berpusat di Amsterdam, Belanda.
Dance4life Indonesia dimulai gerakannya pada tahun 2004, kemudian dihidupkan kembali tahun 2010. Hingga awal tahun 2014, dance4life Indonesia telah melebarkan sayapnya dan bekerjasama dengan mitra lokal di sembilan propinsi, yakni PKBI Sumatera Utara, PKBI Riau, SIKOK Jambi, PKBI Lampung, YPI, PKBI DKI Jakarta, PMI Jakarta Timur, PKBI Jawa Tengah, PKBI DI Yogyakarta, PKBI Jawa Timur, dan Youth Forum Papua.

Di tahun 2004, konsep dance4life berhasil diujicoba di 93 sekolah di Afrika Selatan, Indonesia, dan Belanda. Di tahun 2006 dance4life dilaksanakan di 11 negara di tiga benua (Afrika, Asia dan Eropa). Lebih dari 100.000 remaja dilibatkan dan 30.000 remaja bersama-sama melakukan drill dance4life pada acara puncak dance4life tanggal 25 November 2006. Di tahun 2008, dance4life diimplementasikan di 19 negara dan menjangkau 257,000 remaja. Hingga tahun 2013, dance4life telah hadir di lebih dari 28 negara, dan satu juta agents4change akan melakukan drill dance4life bersama-sama di seluruh dunia dalam sebuah solidaritas untuk memberikan inspirasi dan ‘menggerakan’ dunia untuk pencegahan HIV dan AIDS, kehamilan tidak diinginkan, dan kekerasan seksual.

Di Indonesia, dance4life aktif kembali pada tahun 2010 setelah sebelumnya sempat diimplementasikan di tahun 2004. Di tahun 2010, 2.500 siswa dari 25 sekolah di DKI Jakarta terlibat dalam kegiatan inspire dan educate dance4life. Sebanyak 2.500 siswa berpartisipasi dalam Acara puncak Celebrate menampilkan berbagai kreatifitas seni dan drill dance4life yang disiarkan melalui satelit secara langsung ke 30 negara pada tanggal 27 November 2010 di Tenis Indoor Kemayoran.

Pendekatan dance4life memadukan “budaya remaja” melalui media, bahasa, ikon, musik dan khususnya tarian. Tarian adalah bahasa universal dan melalui dance4life remaja menari untuk sebuah tujuan yaitu untuk penanggulangan HIV dan AIDS, kekerasan seksual, kehamilan tidak diinginkan dan menghilangkan stigma, diskriminasi dan tabu. Dance4life memperkenalkan ‘4 tahapan’ unik yang diimplementasikan baik di sekolah maupun di komunitas untuk remaja di seluruh dunia. Konsep “4 tahapan” ini digambarkan melalui empat kata yaitu Inspire, Educate, Activate dan Celebrate suatu pendekatan unik untuk menghentikan HIV dan AIDS secara global.

Di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) sendiri, kegiatan dance4life di laksanankan oleh PKBI DIY yang bekerja sama dengan Youth Assosiation dan Youth Forum. Di 2011 agen perubahan yang mengikuti celebrate dan  flashmob dance4life di taman parkir JEC mencapai sekitar 320. Di 2012 ada sekitar 1250 remaja dari berbagai unsur pendidikan dan komunitas di DIY. Dan di tahun 2013-2014 diikuti sekitar 250 remaja sekolah di DIY. Sudah banyak kegiatan selain celebrate yang ada di DIY. Seperti infoling (informasi keliling), audiensi ke pemangku kebijakan, pengawalan kasus, dan perjuangan hak pendidikan bagi remaja. Dengan adanya kegiatan ini, selain penanggulangan HIV-AIDS harapannya adalah remaja memiliki kemampuan untuk mengembangkan diri, pertahanan diri dan bertanggung jawab atas pilihan yang akan diambil agar remaja Indonesia bisa menjadi remaja yang sehat, bertanggung jawab, taqwa, mandiri, dan cendekia.
 








Peta Layanan
Menu ini berisi tentang materi utama tentang kesehatan seksual dan reproduksi yang dapat dijadikan rujukan bagi
Audio Visual
Menu ini berisi tentang materi utama tentang kesehatan seksual dan reproduksi yang dapat dijadikan rujukan bagi
Alat Test
Menu ini berisi tentang materi utama tentang kesehatan seksual dan reproduksi yang dapat dijadikan rujukan bagi




Jangan lupa follow kami ya...






Didukung Oleh :
Copyright Dunia Remaja © 2019 Developed by dunia remaja