Berita



Home / Aku tahu / Journalis Remaja
Cowo ngondek itu gay?? Ah, ngga juga. Yuuk simak...

Senin,00 Oktober 0000 oleh Aida Rahma Savitri


 
LGBT (Lesbian, Gay, Biseksual, Transgender) saat ini sedang ramai diperbincangkan masyarakat mulai dari masyarakat sipil, politisi, pemuka agama, selebriti, dan kalangan lain dengan berbagai sudut pandang. Ada yang mendukung, ada yang abstain, dan ada yang menentang. LGBT merupakan bagian dari orientasi seksual. Orientasi seksual kerap disama artikan dengan ekspresi gender. Padahal keduanya tidak saling melekat satu sama lain. Bagaimana selanjutnya? Mari kita simak..
 
Terinspirasi dari abstrak milik teman saya, Sarah Indira KS di Jambi, saya mencoba kembali mengungkapnya pada tulisan saya kali ini. Kerap kali kita melihat dan menemui berbagai warna masyarakat dengan identitas dan cara hidup masing-masing. Beberapa diantara masyarakat mengekspresikan gender mereka dengan berbagai cara yang mungkin akan dianggap tidak biasa pada masyarakat umum. Sebagai contoh, saya (perempuan) sangat menyukai motor sport dan pernak-pernik yang maskulin, meski terkadang saya juga mengenakan pernak-pernik feminim. Karena dianggap tidak biasa, kerap sekali orang mengaitkan dengan orientasi seksual dengan beranggapan bahwa saya memiliki orientasi seksual yaitu homoseksual. Padahal hingga saat ini, orientasi seksual saya adalah heteroseksual. Saya memiliki ketertarikan pada lawan jenis saya. Kasus lain juga terjadi pada teman saya Wawan (laki-laki). Dalam kesehariannya, Wawan sering mengenakan pakaian berwarna pink, orange, dan tingkah laku Wawan cenderung lebih feminim dibanding teman laki-laki yang lain (ngondek). Selain itu, Wawan sering pergi ke klinik kecantikan untuk melakukan perawatan kulit. Hal itu menimbulkan selentingan dari beberapa orang yang menganggap Wawan adalah termasuk homoseksual pada kenyataannya, Wawan memiliki orientasi seksual yaitu heteroseksual. 
 
Selain cerita diatas, kerap kita jumpai di berbagai tempat, orang-orang yang mengekspresikan gender mereka dengan tidak biasa. Seperti potongan rambut, warna pakaian, asesoris yang dipakai, cara berjalan, cara berbicara, dan sebagainya. Hal itu sebenarnya adalah hal biasa, mengingat gen dalam tubuh kita bersifat fluid atau cair. Jadi, pada setiap manusia memiliki kemungkinan untuk menjadi maskulin ataupun feminim, tergantung dari gen yang ada dalam tubuh kita. Ekspresi gender, tidak melekat pada orientasi seksual seseorang. Bahkan menurut penuturan dokter Boyke di salah satu televisi, orientasi seseorang hanya dapat diketahui apabila seseorang telah mengakuinya atau biasa disebut coming out.
 
Dengan demikian, kita sebagai remaja harus dapat menghindari perilaku diskriminatif dan stigmatis terhadap seseorang yang mengekspresikan gendernya. Remaja sehat, remaja cerdas.
 
Aida Rahma Savitri
Februari 2016
 







Peta Layanan
Menu ini berisi tentang materi utama tentang kesehatan seksual dan reproduksi yang dapat dijadikan rujukan bagi
Audio Visual
Menu ini berisi tentang materi utama tentang kesehatan seksual dan reproduksi yang dapat dijadikan rujukan bagi
Alat Test
Menu ini berisi tentang materi utama tentang kesehatan seksual dan reproduksi yang dapat dijadikan rujukan bagi




Jangan lupa follow kami ya...






Didukung Oleh :
Copyright Dunia Remaja © 2019 Developed by dunia remaja