Berita



Home / Aku tahu / Reportase
Konsep Diri bagi Remaja Disabilitas

Sabtu,14 Juli 2018 oleh Isnaeni Nur Fatima


Konsep Diri bagi Remaja Disabilitas

Konsep diri diartikan sebagai persepsi seseorang terhadap dirinya. Persepsi ini terbentuk melalui pengalamannya yang dipengaruhi oleh lingkungan dan orang lain. Konsep diri ini terbagi menjadi dua, yaitu akademik dan non-akademik. Konsep diri akademik terdiri dari kemampuan verbal seperti membaca, menulis, atau kemampuan akademik lainnya secara umum. Sedangkan konsep diri non-akademik terdiri dari penampilan fisik, harga diri, kepercayaan, kestabilan emosi, interaksi sesama manusia, agama, pemecahan masalah.

Masa remaja adalah masa peralihan, menurut Hurlock remaja memiliki arti tumbuh untuk mencapai kematangan, baik mental, sosial, emosional dan fisik. Masa remaja ini juga diikuti dengan perkembangan yang pesat dari segi psikis, fisik dan sosialnya. Pada masa ini akan timbul banyak perubahan baik secara fisik maupun psikolois. Seiring dengan tugas-tugas yang yang harus dipenuhi oleh remaja.

Setiap manusia yang memasuki masa remaja yang merupakan fase penting dari pertumbuhan untuk menuju ke fase selanjutnya. Seperti remaja pada umumnya, para remaja disabilitas berproses dalam membentuk konsep dirinya. Konsep diri ini memiliki banyak evaluasi melalui penampilan, fisik dan penerimaan sosial. Pada remaja disabilitas tidak berbeda dengan remaja pada umumnya. Keterbatasan atau kemampuan mereka menjadi tumpuan untuk membangun konsep diri. Pada umumnya lingkungan lebih berfokus kepada keterbatasannya daripada kemampuannya. Hal tersebut menjadikan remaja dengan disabilitas lebih dipandang sebelah mata daripada remaja yang bukan disabilitas.

Pada beberapa penelitian mengungkapkan mengenai konsep diri yang rendah pada penyandang disabilitas. Pada penyandang tunawicara memiliki kesulitan dalam berbicara yang memiliki konsekuensi negatif dalam relasi interpersonal dan perkembangan konsep diri mereka. Menurut Vernon (1993) menyatakan bahwa remaja dengan disabilitas fisik cenderung melihat diri mereka sebagai kegagalan, mereka akan memikirkan hal negatif tentang mereka, merasa ketergantungan dengan orangtua dan orang lain, dan memungkinkan mempunyai kesulitan bersosialisasi. Selain itu konsep diri yang rendah pada anak tunarungu dikarenakan adanya pemikiran negatif orang lain terhadap mereka, walaupun sebenarnya itu tidak ada.

Penyebab seorang remaja penyandang disabilitas tidak mengetahui konsep diri mereka ada beberapa faktor. Dalam literatur menyebutkan adanya penolakan penuh dalam pengambilan keputusan, stigma yang dilanggengkan keterbatasan akses kesehatan, pendidikan dan pekerjaan. Selain itu pengakuan dari keluarga sangat penting untuk membentuk kepribadian remaja penyadang disabilitas seperti pencatatan di Kartu Keluarga, pemberian gizi dan informasi yang baik.

Remaja dengan disabiltas dapat berkembang dengan pendidikan yang didukung oleh lingkungan. Di sekolah dapat disampaikan mengenai pesan positif untuk menghasilkan citra diri yang baik. Dengan begitu remaja disabilitas berani bercita-cita untuk mengembangkan diri atau karir untuk mencapai cita-cita tersebut. Selain itu UNICEF telah mencanangkan slogan “Its about ability” dan wacana “enablement” adalah sangat penting untuk membuka wacana seluas-luasnya mengenai “kemampuan” bukan “kecatatan” sebagai pendorong kebijakan publik. Bagi lembaga pendidikan dapat menekankan dalam kurikulum pendidikan mengenai pengembangan kemampuan seluas-luasnya di bidang vokasional agar dapat diberikan pilihan yang beragam, bimbingan karir, dan juga memaparkan remaja penyandang disabilitas dengan pekerjaan-pekerjaan lainnya.

Diharapkan penyandang disabilitas mengetahui konsep diri dapat lebih menghargai diri mereka sendiri. Tentunya tanpa harus diikuti dengan berfikir negatif atau mencela pada dirinya atas yang terjadi pada dirinya. Cita-cita dan mimpinya dapat terwujud meskipun dengan kondisi yang berbeda dari yang lainnya. Bahwasanya setiap kondisi yang dialami manusia untuk bersyukur dan bisa hidup mandiri seperti orang lain.

 








Peta Layanan
Menu ini berisi tentang materi utama tentang kesehatan seksual dan reproduksi yang dapat dijadikan rujukan bagi
Audio Visual
Menu ini berisi tentang materi utama tentang kesehatan seksual dan reproduksi yang dapat dijadikan rujukan bagi
Alat Test
Menu ini berisi tentang materi utama tentang kesehatan seksual dan reproduksi yang dapat dijadikan rujukan bagi




Jangan lupa follow kami ya...






Didukung Oleh :
Copyright Dunia Remaja © 2014 Developed by dunia remaja