Berita



Home / Aku tahu / Journalis Remaja
Minimnya Kesadaran Kasus Bullying Pada Anak

Senin,23 Juli 2018 oleh Isnaeni Nur Fatima


Minimnya Kesadaran Kasus Bullying Pada Anak

Peringatan Hari Anak Nasional senantiasa diperingati setiap tanggal 23 Juli untuk menghormati hak-hak yang dimiliki seorang anak. Anak sebagai generasi penerus bangsa seharusnya menjadi prioritas baik dalam kesejahteraan, kesehatan, dan pendidikan. Selain itu lingkungan sosial yang baik tentunya akan memberikan dampak positif untuk tumbuh kembang si anak.

Selain hak untuk mendapatkan kehidupan yang layak, seorang anak harus terbebas dari intimidasi dan diskriminasi. Kasus bullying dapat menimpa siapa saja tanpa pandang buli, anak-anakpun dapat menjadi korban tindak bullying. Secara umum bullying diartikan sebagai suatu tindakan agresif yang bertujuan untuk menyakiti atau membuat korbannya tidak nyaman dan ditunjukkan kepada seseorang. Bullying ini dapat dilakukan secara fisik dan verbal, contohnya mengejek, memukul, menghina, dan sebagainya.

KPAI (Komisi Perlidungan Anak Indonesia) menyatakan per Mei 2018 kasus bullying adalah kasus yang paling banyak terjadi. Data menyebutkan anak korban kekerasan dan bullying sebanyak 36 kasus, anak pelaku kekerasan dan bullying sebanyak 41 kasus, sedangkan anak korban tawuran sebanyak 23 kasus, anak pelaku tawuran sebanyak 31 kasus, dan anak korban kebijakan sebanyak 30 kasus.

Dari data di atas terbukti minimya kesadaran anak dan masyarakat terhadap kasus bullying. Bullying ini akan memberikan dampak bagi korbannya secara psikis maupun fisik. Secara psikologi anak akan mengalami penurunan kepercayaan diri hingga depresi, dan secara fisik akan menimbulkan bekas luka. Anak sebagai pelaku bullying dikarenakan minimnya pengendalian terhadap dirinya sehingga menjadi pemarah dan perilaku mendominasi pada pertemanan.

asus bullying yang terjadi pada anak memang sudah terjadi sejak lama. Bahkan seringkali seorang tidak menyadari bahwa dirinya sebagai pelaku atau korban bullying. Seperti hanya bercanda dengan teman dengan objek fisik tertentu, memanggil dengan nama orangtua atau dengan nama orang lain. Karena pada fase anak maka diperlukan pengendalian oleh orang dewasa. Orang dewasa seharusnya menjadi bijak bila mendapati seoarang anak sedang membully atau bahkan dibully. Di Amerika Serikat dan Inggris terdapat kasus bunuh diri karena bullying. Masyarakat pula kurang memahami dampak negatif dari bullying, dikarenakan masyarakat menganggap mengejek sebagai sesuatu yang biasa. Inilah yang menyebabkan kurangnya kesadaran masyarakat terkait kasus bullying.

Dengan adanya Hari Anak Nasional diharapkan dapat kembali mengingatkan pentingnya hak yang dimiliki anak-anak. Mereka seharusnya dapat tumbuh dan berkembang dengan baik, mendapatkan perlakuan yang baik, bergaul dengan teman sebayanya tanpa harus merasa terintimidasi.








Peta Layanan
Menu ini berisi tentang materi utama tentang kesehatan seksual dan reproduksi yang dapat dijadikan rujukan bagi
Audio Visual
Menu ini berisi tentang materi utama tentang kesehatan seksual dan reproduksi yang dapat dijadikan rujukan bagi
Alat Test
Menu ini berisi tentang materi utama tentang kesehatan seksual dan reproduksi yang dapat dijadikan rujukan bagi




Jangan lupa follow kami ya...






Didukung Oleh :
Copyright Dunia Remaja © 2014 Developed by dunia remaja