Berita



Home / Aku tahu / Kabar Remaja
Apa Hubunganya Warna Dengan Jenis Kelamin?

Rabu,07 November 2018 oleh Dwi Lestari


Apa Hubunganya Warna Dengan Jenis Kelamin

Hello teman-teman, Apa yang kalian bayangkan kalau melihat laki-laki mengenakan pakaian berwana pink?

Sekarang ini warna masih belum bisa lepas dengan jenis kelamin tertentu ya teman-teman. Bagaimana tidak? Dalam kehidupan sehari-hari kita selalu dihadapkan dengan nilai, norma sosial atas dasar jenis kelamin. Warna pink diidentikan dengan perempuan. Hitam, biru dan beberapa warna pekat lainnya diidentikan dengan laki-laki.

Kita pun dengan kebiasaan seperti itu mulai mengamini, bahwa perempuan harus pink, dan laki-laki harus biru. Dua warna ini, pink dan biru sering kali terlihat digunakan sebagai pelabelan perempuan atau laki-laki di rumah sakit. Terutama di ruang ibu bersalin. Di sana biasanya, saat seorang ibu melahirkan anak.

Anaknya yang terlahir memiliki benjolan lebih besar di bawah pusarnya (penis), maka anak tersebut dianggap sebagai laki-laki, dan akan diberi gelang warna biru. Sedangkan jika anak yang terlahir terlihat rata atau sedikit memliki benjolan di bawah pusarnya (vagina), maka anak tersebut dianggap sebagai perempuan, dan akan diberi gelang warna pink.

Kebiasaan-kebiasaan yang seperti inilah yang pada akhirnya membuat pemahaman kita terpatri pada pengetahuan, bahwa perempuan itu pink, dan laki-laki itu biru. Jadi kalau ada laki-laki menggunakan pakaian pink dikira dia tidak maskulin lagi, dianggap banci, guy, pokoknya selalu dikaitkan dengan hal-hal yang tidak laki-laki banget.

Sedangkan perempuan yang tidak menyukai warna pink, dan lebih suka warna biru, dia pun juga dianggap tidak perempuan banget. Dikira lesbi, dikira tidak menyukai lawan jenis.

Seharusnya pemahaman tentang warna baik pink, biru, hitam, putih tidak dijadikan sebagai alat labeling untuk menunjukan seseorang itu perempuan atau laki-laki. Lebih-lebih, pemahaman itu dibumbuhi, dengan dugaan-dugaan yang tak mendasar.

Bahwa laki-laki mengenakan pakaian warna pink, atau laki-laki yang menyukai warna pink dilabeli seseorang yang tidak normal, seseorang yang tidak menyukai lawan jenis, bahkan level maskulinitas mulai dipertanyakan.

Warna adalah sesuatu yang universal, harusnya warna pun tidak bisa menjadi ukuran seseorang untuk menentukan dia itu laki-laki atau perempuan. Bahkan hanya karena warna yang diskukai, dan warna yang melekat di pakaiannya lantas seseorang itu tidak bisa menjadi bagian dari laki-laki atau pun perempuan.

Teman-teman yang budiman, semoga tulisan ini dapat membuka pemahaman kita tentang warna dan jenis kelamin. Warna jika digunakan sebagai label dia laki-laki atau perempuan itu hanya tentang kebiasaan, konstruksi sosial saja. Jadi warna apapun bisa digunakan semua orang dan semua jenis kelamin.

Marilah kita mulai berpikir lebih rasional, bahwa mengenakan pakaian berwarna apapun seseorang tidak bisa kehilangan sisi laki-laki dan keperempuanannya. Karena jenis kelamin seseorang tidak bisa digantikan oleh warna tertentu.

Nah apabila kalian masih ada pertanyaan yang berkaitan dengan jenis kelamin dan persoalanya silakan hubungi layanan konseling di dunia remaja.

 








Peta Layanan
Menu ini berisi tentang materi utama tentang kesehatan seksual dan reproduksi yang dapat dijadikan rujukan bagi
Audio Visual
Menu ini berisi tentang materi utama tentang kesehatan seksual dan reproduksi yang dapat dijadikan rujukan bagi
Alat Test
Menu ini berisi tentang materi utama tentang kesehatan seksual dan reproduksi yang dapat dijadikan rujukan bagi




Jangan lupa follow kami ya...






Didukung Oleh :
Copyright Dunia Remaja © 2014 Developed by dunia remaja