Berita



Home / Aku tahu / Reportase
[Edisi Pertama] Bagaimana Hidup Kita Tanpa Pohon?

Kamis,22 November 2018 oleh Fullah Jumaynah


[Edisi Pertama] Bagaimana Hidup Kita Tanpa Pohon?

Sebuah refleksi Hari Pohon Internasional 

Pohon; sejuk, menenangkan dan berperan dalam menghasilkan oksigen untuk kelangsungan hidup manusia. Pohon juga sering digunakan untuk sebuah perumpamaan seperti “buah jatuh tak jauh dari pohonnya”. Sebuah perumpamaan untuk menggambarkan anak dan orang tua. Dalam mitologi penciptaan manusia dari pemahaman islam, pohon menjadi bagian mitologi serta menjadi saksi saat Adam dan Hawa berada di surga yang memakan buah terlarang; buah khuldi.

Tanggal 21 November 2018 adalah hari pohon Internasional disusul tanggal 28 November sebagai hari menanam pohon Indonesia. Bahkan dalam perjuangan hari ini, bagi teman-teman yang mengamati situasi maka pohon juga menjadi bagian dari ekologi dan perjuangan ekologi seperti yang dilakukan oleh ibu-ibu di Kendeng. Dalam perjuangan untuk mengatasi Global Warming juga kerap dengan cara menanam pohon. Semua hal di atas menunjukan bagaimana dekatnya pohon dengan kehidupan. Mari kita telusuri fungsi pohon dalam kehidupan kita dan selanjutnya kita bisa menentukan bagaimana pentingnya generasi muda menjaga dan memperjuangkan pohon untuk kelangsungan hidup kita.

Secara singkat dan yang mudah dipahami oleh teman-teman karena ada di pelajaran Sains (IPA) di sekolah-sekolah adalah melihat fungsi pohon dari sudut pandang Biologi. Pohon sangat bermanfaat sebagai penyerap emisi karbon melalui pemanfaatan gas karbondioksida (CO2) oleh dedaunan melalui proses fotosintesis. Kemudian dari hasil fotosintesis pohon bisa menghasilkan oksigen, yang digunakan sebagai sumber nafas (kehidupan) manusia. Selain itu hal penting lainnya, akar pohon yang menancap ke tanah berfungsi sebagai penahan air dan penguat lahan hingga mencegah terjadinya erosi. Itulah kenapa gerakan menanam pohon menjadi salah satu hal penting yang dilakukan mengingat banyaknya tanah longsor dan banjir yang kerap melanda Indonesia. Selain untuk kelangsungan hidup kita, pohon juga menjadi habitat dari berbagai jenis kehidupan biota yang ada di suatu ekosistem.

Sudah terbayang kan bagaimana kita tidak bisa hidup tanpa pohon? Nah, karena hal tersebut banyak orang memperjuangkan eksistensi pohon. Kini di tengah berbagai bencana alam, setidaknya kita harus memiliki kesadaran menjaga pohon untuk tetap bersama kita. Apa yang bisa dibayangkan ketika kita tinggal di Bumi tanpa adanya pohon? Ada beberapa catatan yang bisa membuka cakrawala pengetahuan kita bahwa ada orang-orang yang berjuang untuk mempertahankan kehidupan sekalipun masih remaja.

Mulai dari mancanegara, datang dari Australia seorang perempuan berkebangsaan Australia tinggal di Pohon selama 449 hari. Ia bernama Miranda Gibson, seorang remaja perempuan yang mulai tertarik dengan konservasi sejak remaja. Ketika memasuki usia 20an dan masuk ke Universitas ia bergabung dengan komunitas untuk memperjuangkan hutan. Apa yang dilakukan Miranda adalah bentuk kehawatirannya akan kehidupan yang berlangsung mengingat banyaknya penebangan liar yang terjadi di hutan. Sehingga, pada 14 Desember 2011 Miranda memanjat pohon platform darurat setinggi 60 meter di udara. Miranda menjaga hutan Tyenna dan sekitarnya dari penebangan liar.

Selain memperjuangkan kehidupan dari sisi biologis akan kebutuhan oksigen dan lain sebagainya, pohon juga bisa berfungsi sebagai media healing atau “penyembuhan” ketika kita merasa tertekan. Contohnya seorang perempuan India bernama Saalumarada Thimmakka. Ia adalah seorang ibu yang mengharapkan memiliki anak namun takdir berkata lain bahwasannya secara biologis memang sulit untuk memiliki anak. Ia bersama suaminya menanam banyak tanaman yang disucikan di India sepanjang jalan pedesaannya. Kini pohon-pohon tersebut tak hanya menjadikan desa yang sejuk, melainkan menghilangkan kesedihan seorang Ibu yang tidak bisa memiliki anak. Teman-teman bisa mencarinya karna ia ahirnya dijuluki sebagai Ibu Pohon dan menjadi tokoh lingkungan kenamaan.

Ada banyak cara sebenarnya untuk bisa menjaga kehidupan kita dan menjaga pohon sebagai salah satu hal penopang kehidupan. Teman-teman memiliki cara sendiri-sendiri bagaimana mempertahankan kehidupan, terlebih di usia remaja seperti kita ini kita kerap disuguhi berbagai macam informasi dan kita senang mencarinya. Hal-hal apa saja yang mengancam hilangnya pohon dari bumi ini dan bagaimana kita bisa menjadi sahabat bagi pohon akan ditulis di edisi ke dua. Sebagai pengantar ini yang bisa diberikan penulis untuk mengingatkan penulis sebagai remaja dan teman-teman lainnya bahwa pohon menjadi salah satu hal penting untuk kita pertahankan.

Selamat hari Pohon Internasional.








Peta Layanan
Menu ini berisi tentang materi utama tentang kesehatan seksual dan reproduksi yang dapat dijadikan rujukan bagi
Audio Visual
Menu ini berisi tentang materi utama tentang kesehatan seksual dan reproduksi yang dapat dijadikan rujukan bagi
Alat Test
Menu ini berisi tentang materi utama tentang kesehatan seksual dan reproduksi yang dapat dijadikan rujukan bagi




Jangan lupa follow kami ya...






Didukung Oleh :
Copyright Dunia Remaja © 2014 Developed by dunia remaja