Berita



Home / Aku tahu / Journalis Remaja
Remaja Harus Bisa Memanfaatkan YouTube

Senin,21 Januari 2019 oleh Isnaeni Nur Fatima


Remaja Harus Bisa Memanfaatkan YouTube

Kita tentunya sudah tidak asing mendengar istilah video blog atau disebut vlog. Platform yang paling fenomenal dengan video blog saat ini adalah YouTube. YouTube lahir pada tahun 2005 sebagai media untuk mengunggah dan menonton video. Pengunggah video dari YouTube bisa dari suatu perusahaan atau perseorangan yang ingin berbagi pengetahuan, cerita, pengalaman, seni, memasarkan produk dalam bentuk video.

Tak hanya itu penonton pun dari beragam kalangan baik anak-anak hingga dewasa. Saat ini beragam konten yang muncul seperti beauty blogger, cover musik, motivator, berbagi tips, travelling, kuliner, berita, pendidikan dan masih banyak lagi yang bisa kamu dapatkan. Para content creator tentunya berlomba-lomba agar video yang mereka buat dapat menarik dan di tonton banyak orang. Berdasarkan laman resmi YouTube menyatakan setiap bulan lebih dari 1,9 miliar pengguna yang login mengunjungi YouTube dan setiap hari orang menonton lebih dari satu miliar jam video dan menghasilkan miliaran kali penayangan.

Dengan banyaknya konten dari YouTube akan memberikan dampak positif dan negatif. Dampak positifnya banyak content creator bermunculan. Mereka selalu membuat konten di YouTube lebih kreatif, inovatif dan bisa memberikan inspirasi bagi banyak orang. Terbukti lapangan pekerjaan sebagai content creator banyak dicari dan diminati. Pengunggah pun juga mendapatkan pendapatan dengan adanya adsense. Inilah yang memicu konten YouTube selalu berkembang karena pendapatan adsense yang tidak sedikit.

Dampak negatif dari YouTube adalah ketagihan atau dapat dikatakan lupa waktu. Berapa jam dihabiskan untuk menonton YouTube? Berapa pekerjaan yang tertunda karena terlalu asyik sehingga lupa waktu. Sebagai penonton sebaiknya juga tidak mudah untuk terpengaruhi, apalagi terkait gaya hidup.

Orang dalam vlog terlihat cantik lalu mengikuti produk perawatan kulit apa saja yang digunakan. Travelling terlihat menyenangkan lalu mengikuti. Menghabiskan banyak uang untuk belanja, makan sepuasnya yang menjadikan standar gaya hidup seseorang berubah.

Lebih baiknya semua itu dijadikan semangat untuk kerja keras agar dapat di posisi tersebut. Banyak pula konten di YouTube tidak ada isinya atau malah melanggar hak cipta demi mendapatkan viewer yang banyak. Sebagai YouTuber sebaiknya membuat konten yang menjunjung nilai moral, memberikan perspektif lain tentang suatu kehidupan yang lebih bermanfaat untuk disampaikan.

Dalam bidang pengetahuan YouTube memberikan kontribusi yang sangat besar. Buku memberikan penjelasan secara teks dan di tambahkan dengan beberapa gambar, namun dengan YouTube dapat secara bersama-sama audio dan visual dapat tersampaikan sekaligus. Tentunya ini mempermudah penyampaian. Seperti menggambarkan letusan gunung, cara memasak, organ tubuh manusia, cara kerja pesawat dan lainnya semua dapat ditemukan di YouTube.

Sebagai remaja adanya YouTube seharusnya sangat bermanfaat. Disana remaja dapat menyalurkan ide kreatif dan bisa belajar banyak hal. Jangan sampai konten pada YouTube disalahgunakan dan dilewatkan. Padahal remaja juga berpeluang sebagai pembuat konten kreatif di dalamnya.

Contoh vlogger ternama Atta Hililintar, Ria Ricis, para mahasiswa Indonesia yang kuliah di luar negeri yang semua itu menggambarkan kreatiftas anak muda saat ini dan memberikan motivasi. Tak lupa mengingatkan, dengan beragamnya channel YouTube penonton untuk selalu pintar mencari informasi yang valid dan tidak terkecoh dengan hoax.

 








Peta Layanan
Menu ini berisi tentang materi utama tentang kesehatan seksual dan reproduksi yang dapat dijadikan rujukan bagi
Audio Visual
Menu ini berisi tentang materi utama tentang kesehatan seksual dan reproduksi yang dapat dijadikan rujukan bagi
Alat Test
Menu ini berisi tentang materi utama tentang kesehatan seksual dan reproduksi yang dapat dijadikan rujukan bagi




Jangan lupa follow kami ya...






Didukung Oleh :
Copyright Dunia Remaja © 2019 Developed by dunia remaja