Berita



Home / Aku tahu / Reportase
Pemilih Pemula untuk Pesta Demokrasi 2019

Minggu,20 Januari 2019 oleh Isnaeni Nur Fatima


Pemilih Pemula untuk Pesta Demokrasi 2019

Tahun 2019 Indonesia akan mengadakan pesta demokrasi. Pemilu sebagai bentuk demokrasi secara langsung dan memilih pemimpin yang lebih baik lagi dari sebelumnya. Pemilu kali merupakan pemilu serentak yang tak hanya pemilihan untuk Presiden dan Wakil Presiden namun juga akan memilih DPD, DPRD, dan DPR RI.

Sebagai warga negara yang baik kita berkewajiban mensukseskan pesta demokrasi tersebut. Setiap orang yang berumur minimal 17 tahun akan memiliki hak untuk memilih. Hak suara baik untuk pemilih pemula atau tidak pun sama pentingnya untuk menentukan pemimpin selanjutnya. Dengan menggunakan hati nurani dan tanpa adanya intervensi dalam memberikan suara menjadi kunci kesuksesan dalam sebuah pemilihan umum.

Dalam laman konten.co.id menyebutkan pemilih pemula pada 2019 berkisar 14 juta. Sedangkan pemilih muda memang lebih dari 50% yang jika di kategorisasi hingga usia 35 tahun maka jumlahnya mencapai 79 juta, tetapi jika sampai 40 tahun maka jumlahnya mencapai 100 juta. Angka yang besar bukan? tentunya sangat berpengaruh pada posisi eksekutif dan legislatif mendatang. Remaja saat ini di masa mendatang akan menggantikan posisi pemerintahan. Dapat dikatakan pemilu sebagai pendidikan politik yang sangat penting. Sehingga remaja akan mengevaluasi hak suaranya apakah yang di pilih telah menjalankana amanat dengan baik atau tidak.

Dalam dunia politik hak suara sangat berpengaruh pada penentu kebijakan suatu negara. Baik dalam mengesahkan undang-undang, mengawasi kinerja pemerintah dan mengawasi penggunaan dana APBN. Apabila ada yang kurang sesuai yang dilakukan pemerintah saat ini, dapat dijadikan bahan evaluasi oleh para pemuda pada suatu saat mereka berada di pemerintahan. Tentunya untuk mewujudkan kondisi negara yang lebih baik, adil dan sejahtera.

Berpartisipasi dalam pemilu diartikan pula terlibat langsung dalam proses demokrasi. Pemuda diajarkan untuk kesanggupannya secara sukarela tanpa ada unsur paksaan. Kondisi lingkungan tentunya sangat berpengaruh terhadap pola pikir pemuda. Dengan banyaknya berita tidak benar atau hoax, kampanye yang saling menjatuhkan kadang kala menjadikan pemuda merasa enggan untuk terlibat dalam politik.

Maka dari itu sangat penting pemuda untuk dapat akses info yang baik, sosialisasi yang tepat dan diberikan pemahaman yang gamblang agar bisa lebih maksimal terjun dalam dunia perpolitikan.

Apabila saat ini belum puas dengan kinerja pemerintah lewat pemilu untuk memilih wakil rakyat yang lebih baik lagi. Misalkan pendidikan dirasa belum berjalan maksimal padahal UUD 1945 saja menganggarkan 20% APBN untuk pendidikan.

Terkait hak asasi manusia yang belum berjalan dengan baik, belum tercapai kesejahteraan yang merata dan masih banyak kaum yang dimarjinalkan. Terkait kesehatan yang belum sepenuhnya mendapatkan akses ke fasilitas kesehatan yang memadai. Permasalahan ekonomi, pangan, kesenian dan permasalahan lainnya.

Dengan adanya kegelisahan secara personal dari pemilih inilah yang mendorong untuk mendapatkan wakil rakyat yang lebih baik lagi. Saatnya pemuda belajar dalam menyuarakan haknya dalam dunia politik.

Pesta demokrasi 2019 tidak akan sukses tanpa partisipasi pemilih. Untuk semua generasi baik muda atau tua mari gunakan hak pilih kita dengan sebaik mungkin. Terus awasi pula kondisi perpolitikan tanpa adanya kampanye dengan unsur SARA agar demokrasi lebih baik lagi.








Peta Layanan
Menu ini berisi tentang materi utama tentang kesehatan seksual dan reproduksi yang dapat dijadikan rujukan bagi
Audio Visual
Menu ini berisi tentang materi utama tentang kesehatan seksual dan reproduksi yang dapat dijadikan rujukan bagi
Alat Test
Menu ini berisi tentang materi utama tentang kesehatan seksual dan reproduksi yang dapat dijadikan rujukan bagi




Jangan lupa follow kami ya...






Didukung Oleh :
Copyright Dunia Remaja © 2019 Developed by dunia remaja