Berita



Home / Aku tahu / Kabar Remaja
Rencanakan Terlebih Dahulu, Sebelum Mengalami Kehamilan Tidak Diinginkan

Rabu,30 Januari 2019 oleh Isnaeni Nur Fatima


Rencanakan Terlebih Dahulu, Sebelum Mengalami Kehamilan Tidak Diinginkan

Dalam hidup tidak seharusnya melakukan segala sesuatu dengan gegabah. Banyak yang harus dipikirkan, apa saja dampak dari suatu perbuatan. Karena kalau semua dijalani dengan seenaknya saja dan semaunya akan banyak dampak negatifnya.

Semisal pasangan suami-istri sudah menikah dan tiba-tiba tanpa perencanaan mengalami kahamilan, padahal usia juga sudah rawan untuk mengandung. Contoh lainnya pasangan remaja melakukan hubungan seksual dan remaja perempuannya hamil. Kedua contoh tersebut seperti biasa saja ya, namun bagi orang yang di posisi tersebut akan bingung atau sampai stress.

Seringkali fenomena di atas disebut KTD atau Kehamilan Tidak Diinginkan. Kasus KTD ini bukan hanya untuk pasangan yang belum menikah, pasangan yang sudah menikah pun juga rentan mengalami KTD.

Kasus KTD bagi pasangan yang sudah menikah bisa karena kegagalan KB, jumlah anak yang sudah banyak atau memang belum berkenan memiliki anak. Pada kasus pasangan belum menikah biasanya karena melakukan hubungan seksual tidak aman tanpa menggunakan alat kontrasepsi. Selain itu, korban kekerasan seksual juga rentan mengalami KTD.

Bagi pasangan suami-istri apabila mengalami KTD harus segera memulai perencaan kembali. Apalagi bila pasangan tersebut sudah memiliki anak sebelumnya sehingga diperlukan penyeseuaian. Baik dari segi keuangan, pembagian peran orangtua, segi pendidikan, tempat tinggal yang memadai, kesehatan apalagi bagi orangtua yang hamil di atas 38 tahun ataupun jarak kehamilan dengan sebelumnya sangat dekat.

Apabila semua ini tidak direncanakan dengan baik, dampaknya kualitas hidup baik orangtua dan anak-anaknya tidak memadai. Seperti pemberian makanan yang seadanya saja tanpa memperhatikan gizi, pemberian pendidikan yang tidak berkualitas atau bisa saja merusak mimpi anggota keluarga yang lain.

Karena sang kakak menginginkan sekolah diluar kota namun harus terhenti karena tidak ada biaya, membantu orangtua, merawat rumah padahal semua itu bisa saja dilalui dengan baik asalkan dengan perencanaan.

Lalu bagaimana dengan pasangan yang belum menikah?. Hal tersebut tentunya akan jauh lebih sulit karena bertentangan dengan norma budaya atau agama yang berlaku. Peran orangtua sangatlah penting dalam situasi seperti itu, orangtua dari kedua belah pihak tentunya untuk menemukan jalan keluar.

Namun segala keputusan tetap berada pada kedua pasangan tersebut, mempertimbangkan beragam resiko dan cita-cita yang belum dicapai itu semua adalah hak setiap orang.

Dari sinilah perencanaan itu penting. Tidak hanya merencanakan setelah terjadi suatu masalah, namun juga merencanakan agar tidak timbul suatu masalah itu lebih baik.

Selain itu dalam melakukan segala perbuatan harus diingat dampak dan resiko yang akan diterima. Karena setiap orang tentu punya cita-cita yang patut untuk diperjuangkan.








Peta Layanan
Menu ini berisi tentang materi utama tentang kesehatan seksual dan reproduksi yang dapat dijadikan rujukan bagi
Audio Visual
Menu ini berisi tentang materi utama tentang kesehatan seksual dan reproduksi yang dapat dijadikan rujukan bagi
Alat Test
Menu ini berisi tentang materi utama tentang kesehatan seksual dan reproduksi yang dapat dijadikan rujukan bagi




Jangan lupa follow kami ya...






Didukung Oleh :
Copyright Dunia Remaja © 2019 Developed by dunia remaja