Berita



Home / Aku tahu / Kabar Remaja
Pentingnya Membuka Diri Bagi Remaja Saat Curhat atau dicurhatin

Kamis,31 Januari 2019 oleh Isnaeni Nur Fatima


Pentingnya Membuka Diri Bagi Remaja Saat Curhat atau dicurhatin

pic:/womantalk.com

Sebagai remaja sudah pasti pernah memiliki keluh kesah. Kegalaun terhadap orang lain, ingin membagikan cerita ke orangtua atau bahkan teman. Ketika remaja mengalami jatuh cinta, permasalahan pribadi dengan segala cerita senang atau sedih yang membutuhkan orang lain.

Sering kali itu disebut curhat alias mencurahkan isi hati. Tentunya mencurahkan hati tersebut kepada orang terdekat menjadi simbol keterbukaan diri bagi orang lain. Lantas apakah membuka diri dengan cara tersebut sebagai cara yang tepat?

Membuka diri berarti seseorang membagi perasaannya dengan orang lain terhadap peristiwa yang baru saja terjadi, atau pada apa yang baru saja dilakukan dan dikatakan orang lain. Dalam kehidupan sehari-hari pastinya akan timbul perasaan kegelisahan yang tidak bisa ditampung oleh diri sendiri.

Seseorang membutuhkan orang lain untuk bisa berbagi cerita dan mengungkapkan isi hatinya. Dengan membuka diri akan memberikan manfaat yang sangat baik yaitu akan dapat semakin mempererat hubungan persahabatan, yang berarti adanya rasa kepercayaan dari pihak pencerita kepada si pendengar.

Lalu dengan adanya berbagai masukan dari orang lain, rasa aman yang tinggi, dan penerimaan terhadap diri, maka seseorang akan dapat melihat dirinya sendiri secara lebih mendalam dan mampu menyelesaikan berbagai masalah hidup. Membuka diri juga mampu untuk intropeksi dan memberikan evaluasi terhadap diri sendiri dalam menghadapi suatu permasalahan.

Apa yang harus dilakukan pendengar agar dapat memberikan umpan balik yang sesuai?. Jangan sampai seorang pendengar malah membuat suasana menjadi negatif walaupun sering kali juga bingung harus memberikan solusi apa. Harus selalu di ingat kawan bahwa umpan balik berarti memberikan informasi yang bersifat membangun dan mengubah tingkah laku seseorang menjadi lebih baik lagi.

Bagaimana cara memberikan umpan balik yang baik? Pastikan kamu fokus dengan tema pembicaraan. Sebagai pendengar yang baik jangan menyibukan diri sendiri ketika temanmu bercerita walau hanya sekedar mengecek HP, jangan memberikan ekspresi yang membuat pencerita lebih down lagi, posisi duduk condong ke depan yang menggambarkan kamu memperhatiakan lawan bicaramu.

Fokuskan solusimu terhadap sesuatu yang dapat berubah, jangan mengatakan hal yang terkait fisik seperti bentuk tubuh dan lainnya. Bila pencerita memang tidak menginginkan masukan maka hargai saja, bisa saja saat ini dia memang hanya butuh tempat cerita saja.

 








Peta Layanan
Menu ini berisi tentang materi utama tentang kesehatan seksual dan reproduksi yang dapat dijadikan rujukan bagi
Audio Visual
Menu ini berisi tentang materi utama tentang kesehatan seksual dan reproduksi yang dapat dijadikan rujukan bagi
Alat Test
Menu ini berisi tentang materi utama tentang kesehatan seksual dan reproduksi yang dapat dijadikan rujukan bagi




Jangan lupa follow kami ya...






Didukung Oleh :
Copyright Dunia Remaja © 2019 Developed by dunia remaja